beranda

Tampilkan postingan dengan label Lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Agustus 2010

Mobil Hijau untuk Kota Bersih dan Sehat


Kesadaran akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat mulai meluas.  Salah satunya ditunjukkan oleh Solidaritas Istri Indonesia Bersatu (SIKIB). Beberapa waktu lalu mereka meluncurkan ‘Mobil Hijau’ di Jakarta.
Mobil Hijau merupakan paket mobil untuk melatih masyarakat menjaga dan melestarikan lingkungan. Mobil ini dilengkapi dengan berbagai peralatan teknis seperti alat penyuling air, peralatan pembuat biopori, perangkat komputer, dan buku-buku mengenai lingkungan hidup.

Di bagian dalam sisi sebelah kanan, ada bahan peraga pertanian berupa benih, pupuk organik, dan tanaman mini. Di sisi kiri, terdapat peralatan komposter sampah dan macam-macam mainan anak. Sementara di bagian belakang tersusun rapi buku-buku pustaka, juga beragam produk hasil daur ulang sampah kertas dan plastik.
Ada juga brosur-brosur tentang petunjuk praktis atau teknologi sederhana pengelolaan lingkungan hidup. Misalnya, mengenal produk berbahaya dan beracun di sekeliling rumah, mengenal pertanian organik, dan cara mudah menjernihkan air.

Minggu, 01 Agustus 2010

Pengelolaan sampah belum berwawasan lingkungan

Secara keseluruhan, pengelolaan sampah, termasuk di wilayah Bogor saat ini masih belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Hal itu menimbulkan banyak dampak negatif , baik terhadap kesehatan muapun buat lingkungannya.

Demikian dikatakan Deputi VI Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hendri Bastaman pada peringatan Hari Sampah Nasional 2010, yang dilaksanakan di SD Negeri Bantarjati 9, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (20/2).

Dalam sambutannya yang disampaikan Kabid Edukasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Jokomala, Hendri menyebutkan


200 ribu ton sampah per hari di Indonesia

Sampah selalu menjadi masalah bagi pemerintah, bahkan diperkirakan sampah setiap harinya di Indonesia ini mencapai 200 ribu ton. Sayangnya tingginya volume sampah itu belum tertangani secara baik oleh pemerintah karena berbagai keterbatasan. 

Akibat sampah, pemerintah didorong untuk mengembangkan program pengolahan sampah mandiri. Program tersebut diharapkan hingga tahun 2013 mampu menekan hingga 30 persen volume sampah yang dihasilkan masyarakat

"Program pengelohan sampah mandiri segera dilaksanakan karena sekitar 500 TPA yang ada sebanyak 90 persennya bisa dikatakan tidak layak karena belum dikelola dengan sanitasi landfill," kata Asisten Deputi Urusan Pengendalian dan Pengelolaan Limbah Domestik, Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Tri Bangun L Soni, di Yogyakarta, 21 Februari 2010.

Menurutnya untuk membangun pengelolaan TPA dengan sanitasi landfill biayanya sangat mahal. Sehingga, hal yang paling memungkinkan dilakukan